macet, jalan sulanjana, agustus 2011, bandung.

“Terjebak kemacetan kota, lagi-lagi guru di dalam bergumam: “kehidupan berputar dengan hukum keseimbangan (siang-malam, tenang-riuh dst). Siapa saja yang mengambil banyak kesenangan (terutama di kota besar) harus membayarnya dengan banyak kesedihan”. Ujung-ujungnya satu, jauh sebelum emosi terbakar dengan kemarahan dan kejengkelan, mata sudah memasang palang di awal dengan senyuman menawan. Ini yang kerap disebut oleh sejumlah guru meditasi sebagai right view (memandang dengan senyuman).

Bagi   siapa   saja   yang   sudah   berpelukan   mesra  dengan kehidupan dan menemukaan kedamaian, ia tidak saja bisa tersenyum dengan bibirnya, ia juga bisa tersenyum dengan matanya. Memandang kehidupan dengan pengertian mendalam.”

Gede Prama (Tersenyum Dengan Mata)

Hhmmm…oke aku mengerti. Tapi macet itu memang menyebalkan.

Notes