Adolf Hitler among the huge crowd which heard the announcement of war (WW I) outside Field Marshals’ Hall, Munich on 2 August 1914’.
Alvin Toffler pernah menyebut tentang insan modular, yaitu pandangan bahwa manusia itu kumpulan berbagai modul-modul kepribadian. Seorang tukang cukur boleh jadi seorang penggemar klenik atau pengagum Marx. Tapi seringnya saya tak peduli dengan semua itu. Saya berhubungan dengan tukang cukur sebatas kapasitasnya sebagai tukang cukur, selebihnya masa bodoh. Kalaupun sempat terlintas akan hal tersebut paling hanya kata-kata murahan yang keluar dari mulut, “ah, sok tau”. Relasi semacam ini lebih efesien karena tidak melibatkan emosi. Banyak yang tidak peduli dengan berbagai “kepribadian” ini.
Kata Toffler, anak jaman sekarang berubah seperti robot keluaran pabrik. Dari kecil mereka diajarkan untuk mendapatkan nilai tertinggi di kelas, bisa bekerja di tempat mentereng, dan berkuasa itu keren. Manusia modern, seperti sedang berebut roda putar di pusat keramaian. Semua ingin menikmatinya hingga ke putaran puncak. pada fase ini sifat korup dan serakah manusia dipupuk.
Tapi, lama-kelamaan, putaran roda dunia itu tidak dapat dihentikan lagi dan terus berputar kencang hingga manusia-manusia yang berada di dalamnya dibikin jenuh, lelah, linglung, dan frustrasi. Mereka kemudian ramai berteriak, “Stop the world, I want to get-off!”. Pada titik paling krusial itulah, lahir penyakit baru: the future shock, kejutan masa depan. Manusia dijangkiti penyakit cemas, takut, stres, depresi, dan tidak tahu arah hidup karena dibebani oleh seribu satu perubahan yang berlangsung cepat yang diciptakannya sendiri.
Hentikan dunia, kami mau turun! Sayang sekali, roda putar dunia yang terlampau berlaju kencang tak dapat lagi dihentikan oleh siapa pun dan manusia yang menghuninya kian putus asa.

Adolf Hitler among the huge crowd which heard the announcement of war (WW I) outside Field Marshals’ Hall, Munich on 2 August 1914’.

Alvin Toffler pernah menyebut tentang insan modular, yaitu pandangan bahwa manusia itu kumpulan berbagai modul-modul kepribadian. Seorang tukang cukur boleh jadi seorang penggemar klenik atau pengagum Marx. Tapi seringnya saya tak peduli dengan semua itu. Saya berhubungan dengan tukang cukur sebatas kapasitasnya sebagai tukang cukur, selebihnya masa bodoh. Kalaupun sempat terlintas akan hal tersebut paling hanya kata-kata murahan yang keluar dari mulut, “ah, sok tau”. Relasi semacam ini lebih efesien karena tidak melibatkan emosi. Banyak yang tidak peduli dengan berbagai “kepribadian” ini.

Kata Toffler, anak jaman sekarang berubah seperti robot keluaran pabrik. Dari kecil mereka diajarkan untuk mendapatkan nilai tertinggi di kelas, bisa bekerja di tempat mentereng, dan berkuasa itu keren. Manusia modern, seperti sedang berebut roda putar di pusat keramaian. Semua ingin menikmatinya hingga ke putaran puncak. pada fase ini sifat korup dan serakah manusia dipupuk.

Tapi, lama-kelamaan, putaran roda dunia itu tidak dapat dihentikan lagi dan terus berputar kencang hingga manusia-manusia yang berada di dalamnya dibikin jenuh, lelah, linglung, dan frustrasi. Mereka kemudian ramai berteriak, “Stop the world, I want to get-off!”. Pada titik paling krusial itulah, lahir penyakit baru: the future shock, kejutan masa depan. Manusia dijangkiti penyakit cemas, takut, stres, depresi, dan tidak tahu arah hidup karena dibebani oleh seribu satu perubahan yang berlangsung cepat yang diciptakannya sendiri.

Hentikan dunia, kami mau turun! Sayang sekali, roda putar dunia yang terlampau berlaju kencang tak dapat lagi dihentikan oleh siapa pun dan manusia yang menghuninya kian putus asa.

Notes