Watchmen

Doomsday clock

Kelam dan pahit. Itulah kesan ketika menonton film ini, seperti ingin menunjukkan bahwa kemampuan fantastis para pahlawan hanyalah bungkus dari pribadi-pribadi yang penuh cacat dan tidak sempurna. Dibalik kostum mereka hanyalah manusia biasa. Melalui dialognya, Watchmen mempertanyakan keyakinan kita tentang benar atau salah tanpa betul-betul menjawabnya. Bagi yang berharap menonton film superhero pasti akan kecewa, karena ini film tentang superhero, bukan film superhero.

 

The Comedian, kejam dan sinis terhadap lingkungan sekitar, idealisme buta dalam membela negaranya, ia tidak segan membunuh siapapun, termasuk JFK. Brutal, amoral dan nihilistik.


 Dr. Manhattan, berkekuatan dewa, yang berakibat kehilangan kemanusiaannya dan tak peduli terhadap apapun kecuali dirinya sendiri. 

The Nite Owl II, pahlawan baik hati, berani, jagoan, kaya raya. Tidak percaya diri ketika tanpa kostumnya dan impoten ketika berhubungan seks.


The Silk Spectre, ‘anak mami’ yg jadi pahlawan bertopeng karena disuruh oleh ibunya. Jago bertarung, namun minder untuk jadi diri sendiri.


Ozymandias, orang terpintar di dunia, mampu menguasai seluruh fungsi otaknya, prima baik secara fisik maupun mental. Obsesif.


Rorschach, “Never compromise, not even in the face of Armageddon slogannya. Melihat dunia hitam dan putih, sesuai dengan corak topengnya.

Notes

  1. nandhahahaha reblogged this from nandojamur
  2. nandojamur posted this