Apa dunia akan lebih menyenangkan jika semua orang seramah dan seganteng saya?

Waktu umurku 10 tahun aku ada di penjara Nautsvailer. Waktu itu aku hidup hanya untuk hidup. Hidup adalah hal yang nyata, seperti rasa sakit pada kulit. Tapi di sana tak ada sosok manusia yang pantas hidup.
Di sana tak ada tujuan untuk lahir sebagai manusia, juga tak ada cita-cita. Satu-satunya mainan yang ku miliki di penjara itu hanyalah bola pemberian ayahku. Aku bermain bola sehingga menarik perhatian tentara Jerman. Tapi hari itu, bola itu jatuh ke luar pagar. Menyusup ke wilayah bahaya tentara Jerman adalah berarti melarikan diri.
Tapi bagaimana pun juga aku ingin mengambil bolaku itu. Kupertaruhkan nyawaku untuk bola itu. Bodoh, bukan? Mempertaruhkan nyawa demi bola. Aku berjalan sambil membusungkan dada. Kupikir mati pun tak apa. Waktu itu yang paling berharga bagiku adalah mimpi kecil untuk hidup sebagai manusia.
Para tentara Jerman itu berteriak, “berhenti kalau tidak kami tembak!!”
Tapi aku tak di tembak. Entah kenapa tidak di tembak.